ꦭꦮꦁꦱꦺꦮꦸ
LAWANG SEWU
Orang-orang mungkin mengenal gedung ini dengan nama Lawang Sewu, tapi tahukah kamu jika itu bukanlah nama asli dari Lawang Sewu. Di awal pembangunannya, bangunan ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Sedangkan dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu artinya seribu pintu.
Namun hanya karena namanya "Lawang Sewu", tidak berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu. Tapi sama seperti kebanyakan gedung Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang jika dilihat dari jauh akan terlihat seperti pintu. Dan itulah alasannya kenapa orang-orang menyebut gedung ini sebagai "Lawang Sewu".
Selain jadi kantor, Lawang Sewu juga berfungsi sebagai penjara
Di balik hingar-bingar pekerja perusahaan kereta api, Lawang Sewu juga memiliki sisi kelam yang jauh dari kesan sebuah perkantoran. Selain lantai satu dan dua berfungsi sebagai perkantoran, kantor ini juga memiliki ruang bawah tanah dan lantai tiga.
Lantai tiga berupa loteng dan ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara bagi para tahanan di masa penjajahan. Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, ruang bawah tanah dan loteng ini menjadi penjara paling kejam bagi orang Netherland.
Ruang Bawah Tanah
Lawang sewu mempunyai ruang bawah tanah yang pada jaman Belanda digunakan sebagai saluran pembuangan air. Setelah Jepang mengambil alih pemerintahan di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah Lawang Sewu Semarang ini diubah menjadi penjara bawah tanah sekaligus pembuangan air dan digunakan untuk tempat pembantaian penduduk pribumi, pemuda Indonesia dan tentara Belanda.
Sehingga Lawang Sewu menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang membantai pemuda-pemuda yang melawan mereka.
Ada tiga tempat penyiksaan di lorong bawah tanah Gedung Lawang Sewu yang pengap, yang paling berkesan diantaranya :
1. Penjara Jongkok:
Sebuah ruangan berpetak-petak dengan ukuran kurang lebih selebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter. Tahanan berjumlah 7-8 orang harus jongkok di tempat yang tergenang air lalu ruangan ditutup dengan jeruji besi. Tahanan akan dikurung sampai meninggal.
2. Penjara berdiri:
Ruangan kecil selebar 1 x 1 meter yang berjejer. Tahanan sejumlah 6-7 orang dirantai dan dimasukkan berdesakan dan dibiarkan sampai meninggal.
3. Tempat pemasungan kepala:
Tahanan akan dipasung dengan pedang di dalam sebuah bak dan setelah dipasung, badan dan kepala akan ditenggelamkan ke sungai dengan jalan bawah tanah.
Kini Lawang Sewu Berubah Jadi Tempat Wisata
Sempat dinobatkan sebagai bangunan paling angker, kini Lawang Sewu sudah berbenah. Setelah pemugaran dan renovasi yang selesai pada tahun 2011, Lawang Sewu berubah menjadi tempat wisata sejarah. Tidak ada lagi ruangan gelap dengan berbagai penampakan menyeramkan.
Yang ada adalah bangunan indah peninggalan Belanda yang kaya sejarah dan terdapat museum juga lho di dalamnya!
Nah, itu dia beberapa sejarah lawang sewu secara singkat yang belum banyak di ketahui. Gimana? Mau berkunjung ke Lawang Sewu?
Mau sekali
BalasHapus